The Story of Our Honeymoon
Waktu menunjukkan pukul 11.10, pesawat Air Asia membawa kami menuju Bali. Terlambat hampir satu jam dari yang tertulis di tiket namun hati tetap gembira banget! Dan perjalanan bulan madu kami pun dimulai.
Sesampainya di airport Ngurah Rai, perut sudah tidak bisa diajak kompromi dan kami pun makan di Solaria yang terletak di dalam airport.
Day 01 (Oasis Beach, Tanjung Benoa - Cassa Bella restaurant)
Kami langsung menuju ke hotel Oasis di Tanjung Benoa, Nusa Dua. Hampir 1,5 jam untuk menuju ke hotel. View kolam renang dan private beach (walaupun agak surut) yang indah membuat kami ingin segera menghirup udara pantai. Hari itu pun kami menghabiskan waktu di pantai berjalan-jalan, foto, main air dan berenang. Malam hari kami berencana dinner di Bumbu Bali dekat hotel.
Sesampainya di Bumbu Bali ternyata waiting list cukup panjang. Dengan berat hati kami berjalan lagi sedikit dan melihat ada resto Cassa Bella. Kami memesan mushroom cream soup, baby pork ribs dan fettucini. Harganya terjangkau dan kami juga mendapat diskon 20% karena kami 'orang lokal', hmmm lumayan! Dan rasanya WOOOOWW.. belicimo!
Di Cassa Bella kami berkenalan dengan salah seorang staff yang melayani kami disana, namanya Pak Gede. Setelah berbincang-bincang cukup lama, dia mempromosikan rafting di Sungai Ayung, Ubud, yang kebetulan sepupunya bekerja disana. Seperti biasa, proses tawar menawar pun
tak pernah ketinggalan. Karena kebetulan kami akan menginap di Ubud, kami segera mengiyakan tawaran tersebut.
Setelah kembali ke hotel, Felix segera 'kembali ke laptop' dan harus begadang mengerjakan sebuah proyek yang bermasalah sejak sebelum hari pernikahan. Dia bekerja hingga pukul 04.00..
teteuuppp.. fiuh..

Day 02 ( Graha Wisnu Kencana - Warung Italia, Seminyak)
Setelah breakfast di hotel, mobil sewaan kami pun datang menjemput membawa kami keliling ke GWK (Graha Wisnu Kencana), disana terdapat patung Dewa Wisnu yang masih berupa potongan - potongan diantara gunung kapur yang sengaja dibelah. Udara sangat sejuk ketika kami berdiri persis diantara kapur-kapur tersebut. Menurut cerita dari penduduk setempat, potongan - potongan patung Dewa Wisnu itu nantinya akan disambung-sambung dan akan sambungan utuhnya akan melebihi patung Liberty. Cool! Go Bali go!
Setelah puas berfoto, kami segera menuju Seminyak dan kami berjalan sepanjang jalan membeli souvenir-souvenir dan seperti yang sudah direncakan, hanya dengan bertanya kepada orang-orang di jalan, kami akhirnya menemukan Warung Italia.
Disana kami memesan fettucini (lagi), lasagna, spagheti dengan ditemani white wine. Hmm.. cuma namanya aja yang warung, harganya cukup mahal dan menurut kami rasanya agak biasa. (walaupun kami memesan cukup banyak hihi). Puas berjalan di Seminyak, kami kembali ke hotel.
Day 03 (Villa Nandini, Ubud)
Bye-bye to Oasis! Kami akan segera berangkat ke villa Nandini, Ubud.Setelah kami check out, sebenarnya kami ingin segera makan di Cassa Bella lagi (ketagihan deh!), tapi driver
mengajak kami untuk coba makan di Ayam Kedawetan di Ubud. Wah dilema deh, apalagi babi guling Ibu Oka juga cukup menggiurkan.. akhirnya kami mampir di Ibu Oka dan bungkus 1 buah nasi campur only for me of course. Top rasanya!
Karena Felix kurang suka dengan babi, kami pun makan di Nasi Ayam Kadawetan, Ubud. Ternyata rasanya juga biasa saja.
Perjalanan menuju villa pun dilanjutkan. Sampai kira-kira 20 menit berlalu dari Monkey Forest, Ubud kami sempat kawatir karena sama sekali tidak ada sign menuju ke villa Nandini. Dan jalan yang dilewati sangat keciill, tikungan tajam dan terjal.. dan saking sempitnya juag sampai hanya cukup untuk dilewati oleh 1 mobil saja. Dan akhirnya, taraaaa....

"Welcome to Nandini" kami segera disambut oleh welcome drink yang sangat fresh dan Iwan, butler yang sangat ramah.
Kami segera diantar untuk berkeliling villa, pertama kami diantar ke kamar dengan private balcony, dan di samping bathtub ada jendela yang menghadap ke hutan, jadi silakan saja kalo mao berendam sambil buka jendela, gada yang ngintip paling juga monyet - monyet yang suka iseng (spechless deh!). Karena memang di sekitar villa Nandini ada banyak monyet, tapi mereka tetap sopan dan tidak menganggu para tamu.
Berikut adalah hasil jepretan kami: Tampak luar agak kejauhan villa kami, lalu kamar tidur, lalu bathub full bunga yang wangi dan cantik di bawah sinar alam yang indah.

Di Nandini dengan ratusan anak tangga terjal ini tidak ada lift, yang ada hanya gondola. Kami sangat excited dengan alat transportasi unik ini hingga kami sibuk memotret masing2 (lihat bawah). Duh! katrok yah!


Setelah diajarkan cara untuk memakai gondola, kami diajak berkeliling ke kolam renang yang bisa langsung melihat ke sungai, dan private spa, damn it's so beautiful!
<>Tanpa buang waktu kami segera berenang di kolam yang di salah satu sisinya langsung view ke sungai.

Setelah berenang kami menikmati afternoon tea yang sudah disiapkan dan malam hari kami dinner di resto villa. Fettucini yang terenak yang pernah kami makan! (kami memang agak gila fettucini). Juice dan buah - buahan juga sangat fresh, ternyata semua diambil langsung dari pohon - pohon di hutan sekitar villa.
Dari resto kami bermalas - malas an di dalam villa, karena suasana hutan pada malam hari cukup serem karena kurang cahaya (maklum pedalaman). Dari dalam villa kami hanya mendengar suara hewan - hewan, untuk beberapa saat Felix melanjutkan pekerjaannya dan kemudian dengan cepat kami tertidur lelap ditemani dengan bunyi jangkrik dan tokek.
Day 04 (Villa Nandini, Ubud - Rafting, Sungai Ayung - Warung Murni, Ubud)
Hari ini kami sudah membuat janji untuk rafting. Kami akan dijemput pada pukul 09.30, dan saking excited-nya sama Nandini, gw bangun dari pukul 06.00 dan segera duduk di balkon sambil menghirup segarnya udara hutan. Sembari menunggu Felix bangun, gw foto - foto seputar villa.
Pukul 08.00 kami sudah siap di resto villa untuk menikmati breakfast hmmm.. Menu breakfastnya cukup sederhana, tapi cara penyajian dan rasanya sangat fresh benar - benar membuat brekfast pagi hari itu sangat spesial. (gambar di kiri).
Tiba - tiba "hallo saya Oding" driver yang ditugaskan dari pihak rafting sudah menjemput kami. Dia sangat sopan dan sangat detail menjelaskan semua keingintahuan kami tentang Bali, mulai dari kepercayaan, pekerjaan, dan kehidupan sehari - hari.
Kami menempuh sekitar 1,5 jam perjalanan menuju ke salah satu anak Sungai Ayung. Sesampainya disana, kami segera mempersiapkan diri mengenakan perlengkapan rafting.



Walaupun arus sungainya tidak seseru di Sungai Citarik, Sukabumi tapi cukup menyenangkan. Sepanjang jalur rafting kami sempat berhenti untuk berfoto di pura
Dan berikut adalah foto kami sedang beraksi menuruni terjunan ringan (tapi gitu aja terjungkal) haha!

Selesai rafting kami makan siang di lokasi rafting. Dalam perjalanan pulang kami mampir di Warung Murni, disana kami ditemani oleh bunyi desiran sungai Ayung dan menikmati nasi campur khas Bali.
Sesampainya di villa kami berdua spa dan berendam di jacuzi. Nikmaaattt... pegal - pegal pun hilang. Malam terakhir di Nandini, kami habiskan dengan dinner di balkon villa.
Day 05 (Pasar Seni Sukawati - Harris hotel, kuta - Legian)
Pagi hari kami kembali breakfast di resto villa dan berjalan-jalan mengelilingi Nandini sambil menunggu jemputan dari driver. Setelah check out, kami berjalan menuju ke pasar Sukawati, disana kami membeli beberapa souvenir dan makan sate lilit dengan nasi yang disiram dengan kuah santan dan sedikit potongan labu. Letaknya masih di pasar Sukawati dekat sebuah pura. Sate lilit itu tanpa nama, tanpa atap, tapi rasanya maknyoossss (bukan maknyus lagi).
Perjalanan kami lanjutkan menuju ke Hotel Harris, Kuta. Ternyata kami sangat kegirangan melihat keramaian dan pantai setelah 2 malam nyepi di hutan ^^'

Sesampainya di Harris, kami dikejutkan dengan welcome fruit disertai dengan kartu ucapan happy honeymoon dan dekorasi sederhana but so sweet di bedroom dan bathtub..
Setelah check in kami segera berjalan ke Kuta beach, Felix langsung nyebur karena kegirangan liat pantai, gw berjemur, tidur-tiduran, meni - pedi.
Menjelang sore, kami kembali ke hotel, mandi dan kami berencana mencari resto pizza yang dimasak dengan cara di bakar menggunakan tungku arang. Kami memakan pizza itu tahun lalu. Setelah berjalan menyusuri jalan popies, akhirnya ketemu juga. Kami langsung memesan vegetable soup, seafood soup dan 1 loyang pizza. Ternyata rasanya agak berbeda dan kurang enak dibanding dulu. Selesai makan kami kembali ke hotel.

Lihat2an mesra
Day 06 (Hotel Harris, Kuta - Ocean Beach Club, Kuta)

Tidak terasa esok kami akan kembali ke Jakarta, hari ke-6 ini kami kembali berenang di pantai dan di hotel. Setelah hari mulai sore kami berjalan kaki sepanjang kuta dan legian, beberapa kali kami mampir di toko butik dan suvenir.
Sampai akhirnya setelah cape berjalan, kami cdl di Ocean Beach Club, Kuta. Cafe ini masih satu group dengan sky garden yang terletak di legian. Ocean Beach Club belum lama exist namun sedang happening. Sembari menikmati makanan yang disajikan, kami memandang sunset.

Shopping dulu ah!
Last Day
Kami dijemput pukul 12.00 dan sempat mampir ke pusat oleh - oleh di Kuta. Membeli beberapa souvenir lagi, dan..welcome back to Jakarta. Can't wait to see Bali again.












Honeymoonnya kok banyak jalan2? Biasanya pasangan baru malah demen ngedekem di kamar aja ^_^.
We want more photos! :p
Nasib jadi freelance :D
Iya banyak jalan2 dong, kalau mau di kamar mah di rumah aja hihihi.
Photos bukannya sudah banyak di http://www.sodasoup.com/gallery/24 apa masih kurang yach brow?
menarik sekali nih, kemon dah kita ke bali...
TANCAAAPPP !!
AYUK DAH
KITA KEMON!
jadi pengen ke Ubud, kok bagus banget yah! tapi itu khusus buat orang honeymoon doank yah ?! hihihihihi....
eh ini tour atau jalan2 sendiri ?
Emang banyakan yang di villa itu honeymoon-ers si katanya, tapi ada juga kok yang family gitu.. Ato ntar aja sekalian tunggu pas honeymoon, jadi MANTEB RASANYA! ^^
Lix, potomu itu lhooooooooo
Ndak buanget deh ach...........
Tawanya Feki di foto terakhir ketahuan banget habis honeymoon... wakakaka...
I like Ubud btw...
Post new comment